Sign Up
Faqs > General

Kenali Apa Itu Barcode, Fungsi, Jenis, dan Bedanya dengan QR

apa itu barcode ainee

Sering lihat di supermarket, mal, atau usaha retail, tapi mungkin masih belum paham apa itu barcode dan kegunaannya? Lalu, apakah ada perbedaan antara barcode dengan QR code yang sering dibuat ? Tenang, semua akan dijelaskan pada pembahasan kali ini, yuk, simak!

Apa yang Dimaksud dengan Barcode?

Apakah Anda bertanya-tanya, apa arti barcode? Atau, apa arti barcode dan fungsinya? Apa itu barcode reader? Apa itu barcode WA? Dan lain sebagainya, mungkin. Kode batang yang temui di berbagai produk adalah arti barcode. Jadi, barcode adalah kode palang atau batang yang memuat data optik, di dalamnya pun terdapat garis atau disebut bar dan mampu dibaca oleh sebuah alat khusus.

Barcode memiliki banyak fungsi dalam membedakan satu jenis barang dengan yang lainnya. Barcode memang paling sering ada di pasar, mal, atau usaha retail. Ketika Anda menjual sesuatu produk dan tidak ingin kesulitan untuk mengidentifikasi produk mana yang ingin dikemas atau dijual ke pembeli, barcode dapat membantu hal tersebut.

Anda juga tidak perlu sulit melakukan penyortiran produk jika menggunakan barcode. Tinggal menggunakan alat untuk mendeteksi barcode, dan ketemu, deh, produk yang ingin dicari. Tapi, apa itu barcode scanner? Nah, sesuai dengan namanya, barcode scanner adalah alat khusus yang dirancang untuk mendeteksi atau scanning kode yang tertera pada sebuah barcode. Hanya dengan alat inilah sebuah barcode dapat terbaca.

Sejarah barcode bermula pada tahun sekitar 1930-an, ketika Wallace Flint menciptakan karya ilmiah dengan bahasan tentang sistem sortir produk menggunakan kode tertentu. Sayangnya, penelitian tersebut belum bisa terlaksana. Baru, setelah dua dekade, dua orang murid yang menempuh studinya di Drexel Institute of Technology berhasil menemukan cara yang lebih efektif untuk menyortir produk grosir.

Salah satu murid tersebut bernama Joseph Woodland. Dia selalu membayangkan sebuah konsep yang mampu membantu sortir produk dengan menggunakan simbol titik dan garis seperti pada kode morse. Setelah berbagai penelitian dilakukan, dua murid itu pun menciptakan yang disebut sekarang sebagai barcode.

Apa Saja Fungsi Barcode?

Sudah tahu apa itu barcode, sekarang giliran mengulik informasi terhadap fungsi barcode, nih. Yang pertama, fungsi barcode adalah untuk menyimpan informasi produk yang telah dilampirkan ke dalam barcode tersebut di awal.

Informasi produk itu termasuk tanggal kadaluwarsa produk, kode produksi, nomor identitas produk, bahkan hingga jenis produk dan warna.

Selain itu, barcode juga hanya dapat di-scan melalui barcode scanner atau alat khusus pendeteksi barcode. Dengan menggunakan barcode, Anda tidak perlu membaca satu persatu arti dari setiap garis dan gambar barcode yang terdapat pada produk, serta tidak harus sulit mencari produk. Cukup menggunakan barcode scanner, produk pun akan terdeteksi dan ketemu dengan sangat cepat.

4 Alasan Anda Harus Mulai Menggunakan Barcode untuk Berbisnis

Simak 4 alasan digunakannya barcode, teutama untuk keperluan bisnis, yuk.

Input Data Lebih Mudah

Alasan pertama yaitu karena barcode membuat segalanya lebih mudah, terutama dalam hal input data produk. Dibanding dengan cara manual yang berarti Anda harus input satu persatu kode produk dan mencarinya, tentu barcode akan lebih praktis.

Membantu Sistem Pencatatan Informasi

Alasan kedua yaitu karena barcode akan lebih mempermudah Anda ketika mencatat informasi suatu produk. Selain lebih akurat, tingkat ketelitian dan akurasi barcode juga tinggi. Beda halnya ketika Anda input informasi produk secara manual, takutnya justru ada informasi yang lupa atau tidak ter-input, nanti jadi ribet, kan?

Barcode Merupakan Sistem yang Efisien

Kenapa bisa disebut efisien? Sebab, barcode dapat meminimalisir kerugian yang mungkin muncul ketika Anda melakukan semuanya serba manual. Dari pencatatan informasi yang akurat itulah yang akan mengurangi risiko kerugian bisnis Anda.

Tidak Butuh Tenaga Lebih

Cukup dengan alat khusus yaitu barcode scanner, Anda sudah bisa mendeteksi barcode dan mengetahui informasi produk dengan jelas dan lengkap. Maka dari itu, Anda tidak membutuhkan tenaga lebih untuk sortir produk, tidak perlu juga untuk input data secara berulang kali dengan cara manual.

Jenis Barcode yang Perlu Anda Tahu

Apakah semua barcode sama? Jelas tidak. Misalnya, kode barcode Indonesia dengan produk dengan barcode dari luar negeri bisa saja berbeda. Barcode pun menyesuaikan dari informasi produk yang dilampirkan oleh si pembuat, sehingga semua barcode pun berbeda. Nah, pada umumnya, barcode terdiri dari dua jenis, yaitu barcode 1 dimensi dan 2 dimensi. Berikut penjelasannya!

Barcode 1 Dimensi (1D)

Barcode 1 dimensi adalah rangkaian garis yang bertujuan untuk menyimpan informasi teks seperti jenis, ukuran, hingga warna produk. Barcode ini muncul di bagian atas kode produk universal atau yang disebut dengan Universal Price Codes (UPC), dan digunakan pada kemasan produk, serta berguna untuk melacak produk melalui layanan pos. Selain barcode, tertera juga nomor (International Standard Book Number (ISBN) seperti pada belakang buku.

Barcode 2 dimensi (2D)

Berbeda dengan barcode 1 dimensi, barcode 2 dimensi bentuknya lebih kompleks dan mampu membuat informasi yang lebih banyak dari hanya teks. Informasi ini meliputi harga, jumlah, dan gambar produk. Sayangnya, barcode scanner linier tidak dapat mendeteksi barcode jenis 2 dimensi.

Bagaimana Penerapan Barcode pada Produk Sehari-Hari?

Berikut contoh dari penerapan barcode pada produk sehari-hari.

Usaha Retail

Pada usaha retail, barcode dengan sistem kode produk universal (UPC) biasanya berguna untuk proses pengemasan dan juga packaging. Kode yang dipakai pada barcode adalah ITF-14 (Two-of-Five), artinya kode berisi dari 14 angka, serta dapat menunjukkan informasi produk meskipun produk dalam jumlan yang banyak, terutama dalam kemasan kardus.

Penerbitan

Dalam bidang penerbitan, barcode diletakkan di halaman belakang setiap buku atau pada sisi bawah suatu majalah. Sebutan untuk barcode ini adalah International Standard Book Number (ISBN) atau International Standard Serial Number (ISSN). Perbedaan antara ISBN dan ISSN terletak pada jumlah angkanya. ISBN terdiri dari 13 angka, sedangkan ISSN 8 angka saja.

Obat-Obatan Farmasi

Barcode beguna untuk mengidentifikasi produk obat-obatan yang biasanya ada pada bidang farmasi. Barcode ini disebut dengan Healthy Industry Bar Code (HIBC) yang memiliki kode rancangan khusus seperti tanda (+) pada awal kode, lalu diikuti oleh 24 karakter yang merupakan gabungan antara angka dan juga huruf.

Non-Retail

Non-retail berarti hal-hal yang berkaitan dengan kebutuhan non-komersial, misalnya kartu keanggotaan, barang-barang inventaris, atau buku di perpustakaan. Barcode yang tertera pada hal tersebut berguna untuk memudahkan pelacakan peminjaman atau pencarian. Jenis kode yang dipakai adalah kode 39 dan 128 yang memiliki kepadatan lebih tinggi.

Lalu, Apa yang Dimaksud dengan QR Code?

QR code mungkin terdengar mirip dengan barcode, padahal keduanya sebenarnya berbeda. QR code adalah kependekan dari Quick Response Code yang berarti kode 2 dimensi yang memuat informasi tertentu, serta hanya dapat di-scan oleh QR code scanner.

Pada umumnya, QR code berisi data yang mengarah ke situs web atau aplikasi (via URL). QR code menggunakan 4 mode pengodean standar yaitu numerik, alfanumerik, byte/biner, dan kanji (karena diciptakan pertama kali oleh perusahaan teknologi di Jepang). QR code memang cocok untuk melacak produk, sistem pembayaran, manajemen dokumen, dan strategi pemasaran bisnis.

Berbeda dengan kode batang atau barcode, QR code berbentuk titik-titik hitam dan spasi putih, dapat diproses melalui koreksi kesalahan Reed-Solomon sampai gambar dapat ditafsirkan dengan benar.

Apa Perbedaan Barcode dengan QR Code?

Barcode dan QR code punya perbedaan dilihat dari segi bentuk serta penggunaannya, lho. Barcode ditemukan lebih dahulu dan memang sudah sering digunakan untuk mengurutkan produk mengikuti jenis dan harga produknya. Lain halnya dengan QR code, kode ini merupakan penemuan baru yang munculnya beriringan dengan perkembangan teknologi sehingga dapat menyimpan lebih banyak informasi dan mudah dideteksi menggunakan perangkat khusus.

Cara Membuat Barcode dan QR Code dari Aplikasi dan Website

Ingin membuat QR code dan barcode online? Gampang! Perhatikan cara berikut, ya!

Akses Barcode Generator

Sebelum membuat dan cek barcode, Anda juga harus menentukan tujuan sebenarnya dari pembuatan barcode tersebut. Sebab, ada banyak tujuan pembuatan barcode, tergantung dengan kebijakan atau instansi. Nah, untuk memulai, Anda bisa mengakses barcode generator ini melalui Google, lalu akan muncul banyak situs yang menawarkan pembuatan barcode dan juga QR code dengan mudah dan cepat.

Akses Barcode Graphics

Website ini hanya mengkhususkan penggunanya untuk membuat barcode, tapi tak terbatas soal tutorial pembuatan barcode dengan fitur lengkap seperti mengubah tulisan jadi kode, mengatur ukuran barcode, dan lainnya. Barcode graphics turut mendistribusikan peralatan barcode, misalnya printer barcode, pengukur, pemindai, perangkat lunak pelabelan, dan solusi barcode.

QR Code Generator via Android

Aplikasi barcode scanner yang satu ini hanya bisa diakses oleh pengguna smartphone berbasis Android. Meski begitu, aplikasi ini tidak mampu melakukan pemindaian. Namun, Anda bisa membuat QR code sendiri dan disambungkan ke URL, email, teks, atau lokasi berdasarkan GPS dan nomor telepon yang terdeteksi. Selain itu, Anda juga mampu modifikasi background pada kode hingga mengubah warnanya supaya lebih variatif.

QR Code Reader via iOS

Untuk aplikasi ini hanya dapat digunakan oleh pengguna smartphone iOS. Pada aplikasi ini, Anda dapat mengganti tulisan serta angka menjadi sebuah kode QR yang langsung diaktifkan secara online. Semudah itu, bukan?

Setelah tahu pengertian, fungsi, alasan menggunakan barcode, dan perbedaannya dengan QR code, apakah Anda tertarik untuk mulai menggunakan kode-kode itu untuk bantu sortir produk dan juga QR code utnuk strategi pemasaran? Yuk, mulai sekarang!

Tingkatkan Loyalitas Konsumen dengan QR Code dan Barcode, Lalu Pakai Ainee!

Ingin bisnis Anda semakin laris manis, apalagi setelah ditambah dengan penggunaan barcode dan juga QR code? Gampang, Ainee bisa bantu, kok! Ainee punya fitur mulai dari scan and order, manajemen pelanggan (CRM) hingga loyalitas program. Tunggu apa lagi? Coba gratis Ainee sekarang!

Our Address
ONE WOLTER PLACE 4th floor,
Jl. Wolter Monginsidi No.63B, RT.1/RW.1, Rawa Barat., Kebayoran Baru, Kota Jakarta Selatan,
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12180
Contact Us
Email : ainee@ginee.com
Phone Number : 081324919117
Download Application